“Agama” – Keunikan Hasil Kebudayaan

Posted on Februari 19, 2011

0


Agama merupakan sebuah dogma yang unik. Bahkan merupakan buah kebudayaan manusia tertinggi yang memiliki keunikan. Sulit memang untuk dijelaskan, namun semua dari kita merasakan bahkan menggunakannya. Agama ketika mati, akan terlahir kembali. Nyawanya semilyar. Ia dihidupi dan menghidupi manusia. Bagai angin, ia dapat hidup di mana saja dan kapan saja. Tetapi juga seperti tumbuhan, ia dapat mati kapan saja dan di mana saja. Manusia berutang budi pada keberadaannya. Sebab, ia disimpan seperti jimat dan kapan-kapan dikeluarkan dalam perdebatan serta dalam perasaan kegelapan. Bahkan, terkadang dilaknat, tetapi juga dipikat. Karena itu, agama memang fenomen yang luar biasa. Fanatisme menjadi semboyan dan bungkusan hidup dogma agama. Ia mampu menciptakan keramahan, kedamaian, sekaligus kebencian dan malapetaka. Akan tetapi, Agama saat ini memang menjadi sandaran dan tongkat utama penuntun jalan manusia.

Bermacam pemahaman dan interpretasi padanya sangat banyak dan berlimpah. Terkadang kita sulit mendekati dan memahaminya. Bisa juga sebaliknya. Maka, lahirlah para pemuka-pengkaji agama. Mereka memahami dan mempelajari demi diri dan orang lain yang membutuhkannya. Merekalah ensiklopedia terbuka, yang tak henti oleh satu dua peristiwa. Yang siapa saja boleh membaca dan menafsirkannya. Mereka menjadi jalan, peta dan obor bagi banyak orang yang ingin mendalami Tuhan, spiritualisme dan agama.

Di atas segalanya, mereka adalah guru, inspirasi dalam memaknai hidup dan kejuangan di republik yang tercinta. Republik yang sangat ramah pada semua agama sekaligus sering melupakannya jika agama tak lagi memenuhi selera hidup mereka.

Posted in: Warta Opini