Sejarah: “Sebuah Momok”

Posted on Oktober 16, 2010

0


(bagian pertama)

Ini celotehan pertama saya.  Mencoba melihat dan menggambarkan persepsi/pandangan serta pola pikir masyarakat kita terhadap Sejarah (stigmatisasi). Itu sebabnya, mengapa saya mencoba untuk berceloteh soal ini.

menurut kamu, apa sih pentingnya belajar Sejarah? atau, seberapa penting sih Sejarah perlu dipelajari?  “…apa pentingnya ngomongin masa lalu…”

Jika kita bertanya ataupun bahkan kita yang ditanya soal sejarah, kecenderungan bahkan dapat dipastikan yang akan muncul adalah persepsi yang tidak cukup baik tentang sejarah. kalau tidak ngebosenin, ya rumit, banyak hafalan, susah dimengerti, penuh kontroversi, ngomongin politik, pemutarbalikan fakta sejarah, gak penting, bukan bidang yang bergengsi, dan bahasa-bahasa semacamnya. Intinya, kalau boleh saya coba generalsasikan, sejarah itu “momok” yang menakutkan bagi masyarakat kita. Dan uniknya, kebanyakan ini dirasakan/justru muncul di kalangan intelek muda kita – generasi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan kawan-kawan di Perguruan Tinggi/tingkat Universitas (Mahasiswa).

Sebenarnya, apa yang salah? Apa yang membuat stigmatisasi sejarah yang demikian?

Padahal, kalau boleh saya berpendapat, apa yang terjadi di masyarakat kita sekarang ini; pergeseran nilai, rapuhnya benteng budaya (ke-nusantara-an)kita, lunturnya jati diri, buruknya kualitas mental dan moral manusia kita (Indonesia), dan gejala-gejala/fenomena-fenomena sosial lainnya yang muncul dewasa ini, ditambah lagi kita dihadapkan oleh arus modernisasi/globalisasi yang tidak dapat untuk tidak mengacuhkannya, terdapat kausalitas terhadap pandangan dan pentingnya Sejarah. Peran Sejarah..

kenapa dan mengapa?

Posted in: Warta Opini