Celotehan bermakna

Posted on Oktober 16, 2010

0


Mari berceloteh apapun seputar humaniora, sejarah ataupun sosial-budaya. Celoteh tapi pake mikir. Celotehan tapi berbobot. Celoteh boleh, tapi yang bermutu dikitlah. Yang penting, celoteh bukan sekedar omong kosong yang gak ada isi dan esensinya. So, kita mulai mengungkapkan segala pemikiran, perasaan, keprihatinan (sosial), ataupun ketertarikan/minat melalui celotehan-celotehan ber-intelektual. Ya, ngomong bukan asal ngomong. Bercerita ada dasar pemikirannya. Biar bermanfaat gitu. Jadinya, blog kita gak sia-sia dan gak percuma. Setuju?

Saya undang saudara-saudara, kawan-kawan, teman-teman untuk bergabung dengan saya untuk berceloteh bersama. Terutama yang mempunyai minat dan ketertarikan dalam bidang humaniora, sejarah ataupun sosial-budaya. Filsafat juga boleh. Sekalian belajar berfilosofi. Yang luchu-luchu boleh juga. Biar ambah kreatifitas berpikir..(humoria). Tapi bukan berarti menutup kemungkinan untuk berceloteh diluar batas-batas itu. Apapun celotehannya, pasti ada manfaatnya (cakrawala mandala alias dwipantara gitu..)

Posted in: Warta Opini