RENE DESCARTES

Posted on Maret 25, 2010

0


Bapak Filsafat Modern

Rene Descartes dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern, selain dikenal sebagai pencetus fisika matematis, penemu geometri analitis, dan tokoh penting dalam sejarah optic ataupun fisiologi. Gaya pemikiran Descartes yang bertemakan keragu-raguan, ketakutan ditipu, kewaspadaan, dan pencarian keyakinan merupakan pokok pembelajaran filsafat Descartes. Dalam penulisan dan pengungkapan pikiran, Descartes selalu menggunakan kata “aku”, dalam arti ia tidak ingin mengajak orang lain tapi ingin orang mengetahui bagaimana jalan pikirannya. Descartes melakukan hal tersebut karena takut dirinya dimusuhi dan dihukum oleh para petinggi gereja. Pada saat itu gereja menganut pemikiran Skolastik dan filsafat Aristoteles, sehingga apapun yang menentang ajaran itu dianggap menentang ajaran gereja, seperti yang terjadi dengan Galileo. Kata “aku”-nya Descartes digunakan supaya tidak terkesan mempengaruhi orang lain, melainkan membagi pemikiran saja.

“Cogito ergo sum” mengajarkan, bahwa semua yang ada di dunia termasuk manusia, ada karena proses berpikir. Sehingga yang tidak terpikirkan maka tidak ada. Analoginya adalah, benda-benda luar angkasa tidak akan pernah ada jika Galileo tidak menciptakan teropong untuk melihatnya. Begitu pula dengan jasad renik, seperti virus, ada karena kita dapat melihatnya dengan menggunakan mikroskop. Teropong ataupun mikroskop merupakan media, hasil dari proses berpikir, yang menghubungkan subjek (manusia) dengan objek (yang akan diketahui).

Landasan berpikir seperti itulah yang membuat Descartes tidak pernah yakin terhadap suatu hal apapun. Ia harus benar-benar berpikir untuk menemukan jawaban yang meyakinkan bahwa hal tersebut benar bagi dirinya. Descartes tidak pernah mengajak kita untuk mengikuti jalan pikirannya, seperti filsuf-filsuf lain. Namun, Descartes mengajak kita untuk sadar atas semua yang terjadi dalam hidup dan sekitar, dan cara yang ditawarkan Descartes untuk sadar adalah berpikir. Oleh sebab itu, meski dianggap sebagai penyimpangan berpikir, Descartes juga masuk dalam filsafat rasionalisme.

“Cogito ergo sum” sebuah prinsip yang senantiasa dipakainya dalam segala tindakan. Itulah yang membuatnya terkenal dengan “penyimpangan” cara pikirnya. Salah satu pemikirannya yang unik adalah tentang Tuhan. Di awal penjelasannya, Descartes mendeskripsikan manusia sebagai yang tidak sempurna. Tuhan menurut-nya – juga menurut kita – adalah yang sempurna. Ketidaksempurnaan atau kelemahan manusia tampak pada sifat manusia, semisal: pemarah, sedih, takut, pembenci, pendendam, dsb. Menurut Descartes, Tuhan tidak memiliki kelemahan tersebut, sehingga Tuhan tidaklah marah ataupun sedih.

Posted in: Gardoe Tokoh